Harga CPO Diprediksi Turun Lagi

Kontan/Baihaki Panen tandan buah segar kelapa sawit di PTPN VIII, Kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com — Penurunan harga minyak sawit (CPO) pada penutupan perdagangan, Selasa (5/7/2011), diprediksi akan terus berlanjut. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya pasokan CPO.

Harga minyak sawit kembali melemah akibat adanya laporan bahwa produksi minyak sawit Malaysia untuk tahun ini akan mengalami kenaikan 600.000 ton menjadi 17,6 juta ton dibandingkan dengan tahun lalu.

“Selain itu, pelemahan minyak sawit juga dipicu oleh imbas melemahnya kembali harga minyak mentah yang notabene merupakan komoditas energi utama ke posisi 94 dollar AS per barrel,” kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Syahrul R Sempurnajaya dalam siaran pers, Rabu.

Di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia, harga CPO yang diperdagangkan juga mengalami penurunan harga. Harga CPO berjangka untuk penyerahan Juli 2011 ditutup pada level harga Rp 8.815 per kilogram atau melemah sebesar Rp 45 per kilogram.

Di Medan, harga tandan buah segar (TBS) mengalami tren penurunan harga. Harga jual TBS setiap harinya mengalami penurunan sebesar Rp 50 per kilogram. Saat ini harga TBS di tingkat agen penampung berada pada level harga Rp 1.120 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga paling rendah Rp 1.530 per kilogram. Penurunan harga TBS disebabkan melemahnya harga CPO di pasar internasional.  

View the original article here

Advertisements
  • Calendar

    • October 2017
      M T W T F S S
      « Jul    
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031  
  • Search